Disaat siang telah memberikan harapan yang terang benderang, aku yakin bahwa nanti akan senang. Namun, saat jarum jam mendarat tepat pada tempatnya, hatiku mulai bimbang, resah dan fikiranpun mengambang. Tak ada berita bahkan kabar burungpun tak datang. Dan tiba-tiba semua hilang.
Dengan di dasari tekat kucoba susuri kota orang ini, dan bahkan belum pernah ku injak ini. Hanya bermodal nyali kumasuki satu persatu gang disini, sambil ku toleh kanan kiri, siapa tau terbesit si sejati. Hujanpun mulai mendatangiku, namun tetap kulanjutkan tekatku, tak henti henti kudatangi setiap orang, dengan modal tampangnya yang kusimpan, kucoba kediamanya.
Waktu terus berjalan, putus asa mulai datang, karna kulihat jam sudah membentung sudut 45• arah jam 10. Namun tekatku tetap bulat, tak ada hentinya kumenyebut nama-NYA, dan moho petunjuk-NYA. Lama-lama perutku pun mulai marah, atas keegoisanku, ditemani rintik hujan, aku berhenti di sebuah kios makan. Setelah selesai memanjakan perutku, aku mulai lagi mengucap kata tanya kepada penjualnya untuk mencari kediamanya.
Dan subhanallah, tak disangka Penjual tersebut adalah, sodara si sejati. Betapa puasnya hati, namun karena sedang tidak ada, ku lanjutkan duduk dan menunggunya. Saat jam sudah akan menunjukan tengah malam, tiba-tiba keluar seorang wanita setengah baya, menghampiriku dan mengajak berbicara. Dan ternyata, beliau adalah orang yang berjasa melahirkan si sejati kedunia. Akhirnya kusampaikan tujuanku, dan beliau bergegas kebelakang, ternyata beliau menemui sejati, dan menyampaikan bahwa aku disini.
Namun sialnya sejati tak mau menampak kan diri, dengan alasan malu kepadaku karena telah berdusta di awalnya.
- Iblis jelita, paras cantik menggoda, hati tak lebih baik dari kotoran manusia-
Minggu, 13 Maret 2016
Rabu, 24 Februari 2016
Rencana Bahagia
Kali ini perjuangan membelah laut terasa sangat berbeda, entah kenapa suasana di cabe rawit tidak rumit, dan semua yang dulu sangat kompleks sekarang perlahan menjadi rileks. Meskipun untuk kali ini harus kompak dengan orang-orang yang baru saja mengais rezeki di luasnya samudera yang berarti kita harus ekstra bekerja untuk mengawasinya, namun semua tiada artinya dibanding dengan apa yang kurasa "Bahagia" entah karena mereka atau karena rencanaku pulang untuk "Mama" dan "Papa".
Published: By:
Unknown
- 21.14
Jumat, 05 Februari 2016
PERBUATAN
Malam, Entah apa yang kurasakn ini dan entah kenapa ini bisa terjadi. Bahkan aku tak memiliki alasan tersendiri untuk hal ini, kecuali mengikuti kata hati. Bodoh? Entahlah, Gila? Gatau juga. Langkah demi Langkah mulai ku kumpulkan, tetesan kringat pun sudah tak bisa tertampung oleh kain tipis yang menutupi tubuhku, desiran debu pun mulai bersatu dan menutupi sekujur tubuhku, Angin malam pun tak bisa menghentikan tekatku. Sebetulnya apa yang ku tuju? Hingga tak tau malu.
Perlahan tapi pasti, kususuri tanah orang yang dulu pernah ku injak ini. Berpasang-pasang mata mulai meliriku dan mungkin dalam hatinya sedang menggerutuku. Tatapan panas, hujatan, pertanyaan bahkan usiran telah kudapatkan. Waktu terus berputar, kaki terus berjalan, membelah kesunyian malam ini hanya dengan bermodal nyali.
Sebetulnya apa yang kucari? Mungkin hanya sebuah "sejati" Published: By: Unknown - 13.15
Perlahan tapi pasti, kususuri tanah orang yang dulu pernah ku injak ini. Berpasang-pasang mata mulai meliriku dan mungkin dalam hatinya sedang menggerutuku. Tatapan panas, hujatan, pertanyaan bahkan usiran telah kudapatkan. Waktu terus berputar, kaki terus berjalan, membelah kesunyian malam ini hanya dengan bermodal nyali.
Sebetulnya apa yang kucari? Mungkin hanya sebuah "sejati" Published: By: Unknown - 13.15
Rabu, 27 Januari 2016
YANG DI-AWALKAN
-,- Januari 2016.
Awal tahun yang biasanya dimohon untuk menjadi bulan yang penuh kebahagian, penuh kesenangan, penuh harapan, penuh permohonan, dan mungkin sebagai acuan. Begitu juga permohonanku kepada penciptaku. Yah namun Tuhan sudah menciptakan jalanan yang harus dilalui, kita hanya mampu memilih kendaraan apa yang akan kita pakai nanti. Kitapun tak tahu apakah nanti dijalan hujan, panas, ataupun macet bahkan mungkin jambret. Kita juga tidak tahu alasan kenapa kita diberi hujan saat kita memilih motor untuk ke tujuan, dan lalu kenapa saat kita memilih mobil kita malah di beri macet?
Sebegitu jahat kah sutradara hidup ini? Apa kah kurang 'asik' jikalau jalanya mulus" saja? Apakah sutradara hidup ini tidak suka kala kita cepat sampai? Atau bahkan kita tidak boleh sampai ke tujuan yang ki ta inginkan.? Pasti dalam hati kecil seorang awam bertumpuk pertanyaan semacam itu, begitupun diriku.
Namun, jika kita fikir apakah seorang pemimpin akan sengaja menghancurkan anggota yang dipimpinya? Atau bahkan seorang Nakhoda kapal akan sengaja menabrakan kapalnya? Atau mungkin saat kita berkendara akan sengaja menabrakan kendaraan kita?
Published: By: Unknown - 18.32
Awal tahun yang biasanya dimohon untuk menjadi bulan yang penuh kebahagian, penuh kesenangan, penuh harapan, penuh permohonan, dan mungkin sebagai acuan. Begitu juga permohonanku kepada penciptaku. Yah namun Tuhan sudah menciptakan jalanan yang harus dilalui, kita hanya mampu memilih kendaraan apa yang akan kita pakai nanti. Kitapun tak tahu apakah nanti dijalan hujan, panas, ataupun macet bahkan mungkin jambret. Kita juga tidak tahu alasan kenapa kita diberi hujan saat kita memilih motor untuk ke tujuan, dan lalu kenapa saat kita memilih mobil kita malah di beri macet?
Sebegitu jahat kah sutradara hidup ini? Apa kah kurang 'asik' jikalau jalanya mulus" saja? Apakah sutradara hidup ini tidak suka kala kita cepat sampai? Atau bahkan kita tidak boleh sampai ke tujuan yang ki ta inginkan.? Pasti dalam hati kecil seorang awam bertumpuk pertanyaan semacam itu, begitupun diriku.
Namun, jika kita fikir apakah seorang pemimpin akan sengaja menghancurkan anggota yang dipimpinya? Atau bahkan seorang Nakhoda kapal akan sengaja menabrakan kapalnya? Atau mungkin saat kita berkendara akan sengaja menabrakan kendaraan kita?
Published: By: Unknown - 18.32
Langganan:
Komentar (Atom)